Rahasia Ilusi Keren Buatan Iklan Rokok

1 dari 5 anak usia 13-14 tahun sudah menjadi perokok, dan salah satu alasan mulai merokok agar terlihat keren. Apa rahasianya sampai rokok bisa dibilang keren?

Setiap orang bisa punya definisi kerennya masing-masing, tapi rasanya kita bisa sepakat kalau yang namanya keren cocoknya untuk mereka yang jago di suatu bidang atau punya prestasi. Orang yang jago olahraga, musik, sains, seni itulah orang-orang keren. Orang-orang yang punya kontribusi untuk masyarakat, juga bisa dibilang keren. Sebaliknya kita juga bisa sepakat kalau perilaku merusak seperti tawuran, nyuntik narkoba, dan merokok ngga bisa dibilang keren.

Anak smp merokok

Asyik menghisap rokok di angkutan umum. Masa kayak gini keren? Sumber: foto oleh Michelle Siu dalam http://uniqpost.com/121585/marlboro-boys-dokumentasi-kebiasaan-merokok-anak-di-indonesia/

Satu yang mengherankan, sebagian orang bilang merokok itu “biar kelihatan keren”. Kenapa rokok yang asapnya bau dan membawa penyakit bisa sampai dianggap keren? Apa rahasia rokok, sampai bisa mengakali demikian banyak orang? Rahasianya ada pada iklannya yang memanfaatkan efek psikologis, namanya efek transfer dan efek mere exposure (paparan). Coba disimak gimana cara kerja iklan rokok dengan dua efek tersebut.

Rahasia iklan rokok yang pertama adalah efek transfer. Efek transfer adalah teknik memindahkan kesan positif atau negatif dari suatu objek ke objek lainnya. Bingung? Lihat langsung saja contoh klasiknya, yaitu marlboro man. Iklan rokok marlboro man menunjukkan model iklan yang kesannya gagah, tangguh, dan pemberani. Efek transfer yang ditimbulkan adalah merokok itu gagah, tangguh, dan pemberani. Meskipun jelas bahwa rokok bukanlah penyebab laki-laki  menjadi gagah, tangguh, dan pemberani, ironisnya malah itu yang masuk ke pikiran penonton iklan. Merokok tidak menjadikan mereka maskulin, malah ironisnya meninggal karena merokok. Ini beneran, bukan hoax, cek berita ini dan ini juga gan.

marlboro-man

Wayne McLaren, model Marlboro Man tahun 1976, meninggal pada usia 52 tahun karena kanker paru. Ia merokok selama 25 tahun dan sebelum meninggal ia berpesan: “Take care of the children. Tobacco will kill you, and I am living proof of it.” (http://touch.latimes.com/#section/-1/article/p2p-79064518/)

Rahasia iklan rokok yang kedua adalah efek paparan (mere exposure). Efek ini punya kemampuan mengaburkan atau menormalkan efek buruk rokok. Gimana caranya? Begini, dari hasil penelitian diketahui bahwa paparan iklan yang berulang dapat menyebabkan timbulnya rasa suka atau menerima produk/pesan yang disampaikan iklan tersebut. Pendek cerita, suka karena biasa. Dalam konteks iklan rokok, efek paparan ini menjadi kontraproduktif. Di satu sisi orang tahu bahaya rokok, tetapi paparan iklan yang terus menerus membuat orang menganggap rokok sebagai benda yang wajar. Katanya racun, tapi kok iklannya legal di mana-mana? Bingung kan lho, hahahaa

Sejalan dengan beratnya dampak rokok pada kesehatan, wajar kalau iklan rokok begitu masif di segala tempat; di jalan-jalan, warung, TV, iklan internet, iklan di bioskop, termasuk sponsor olahraga dan beasiswa, sekedar mendompleng kesan positif dari olahraga dan pendidikan. Cara beriklan ini mutlak perlu untuk mengakali pikiran agar rokok dianggap keren dan wajar. Agar tidak terkecoh jebakan iklan, harus ingat bahwa keren tidaknya seseorang itu bukan karena rokok, tapi karena prestasinya. Nah, sekarang silakan ditengok gambar-gambar di bawah, pilih mana yang keren dan tidak keren sesuai hati nurani 🙂

Keren dan tidak keren

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: