Resensi Dan Rekomendasi Buku Kedokteran 3: Anatomi

“Gotta memorize them all!”

Slogan adaptasi dari pokemon ini cocok dipakai untuk mata kuliah anatomi. Setiap struktur, alur, tonjolan, cekungan, sampai pengkolan di tubuh kita punya nama yang semuanya harus dihapal karena mungkin ditanyakan saat ujian. Sesi praktikum anatomi dengan kadaver harus maksimal, ga bisa malas-malasan. Dan sebelumnya, sudah berlatih duluan dengan atlas anatomi dipandu buku pedoman praktikum. Kelihatannya menggentarkan ya, tapi tidak juga lho. Belajar anatomi seperti bermain game mencari benda, hapalkan namanya, lalu cari strukturnya. Terus diulang, sampai game over ga bisa lanjut xD

Agar permainan mencari struktur lebih terasa senangnya, mari kita cek beberapa buku anatomi yang bisa menjadi walkthrough sepanjang permainan:

  1. Gray’s Anatomy for Students, oleh Richard Drake dkk.,
  2. Clinically Oriented Anatomy, oleh Keith L. Moore dkk.,
  3. Atlas Anatomi Manusia Sobotta,
  4. Atlas of Human Anatomy, oleh Frank H. Netter,
  5. Atlas Anatomi Manusia, oleh Rohen, Yokochi, Lutjen-Drecoll

1. Gray’s Anatomy for Students

Gray's anatomy

Satu buku ini bisa disebut kombo teks dan atlas tubuh manusia, dengan kualitas memuaskan. Teksnya mudah dipahami dengan bobot untuk mahasiswa kedokteran, sesuai judul bukunya anatomy for students. Selain itu, belajar dari buku ini tidak membuat stres karena layout dan visualisasi yang memesona. Jenis font dan ukurannya mudah dibaca, jarak antar baris kalimat tidak rapat. Untuk memudahkan pemahaman tersedia ilustrasi yang saya namakan transparant/ghost picture, maksudnya ini adalah gambar anatomi yang struktur belakangnya tetap terlihat dari depan dengan menggunakan warna transparan untuk struktur di depannya.

Cuplikan Gray's

Cuplikan halaman dari buku Gray’s Anatomy For Students.

Belajar dari buku ini lebih enak daripada melihat atlas saja karena sudah ada deskripsi dari teksnya, jadi kita tidak menghapal membabi buta. Ibaratnya, ada yang mengarahkan melalui teks, seperti batas medial paru apa saja atau arteri pulmonalis berasal dari mana dan mempendarahi area mana saja. Mudah kan jadinya. Tambahan lagi, di akhir tiap bab juga terdapat kasus klinis dengan penjelasannya.

Kekurangannya menurut saya kertasnya yang tipis, tapi itu mungkin agar bukunya tidak terlampau tebal. Untuk buku edisi ke-3 tahun 2015, total halamannya sebanyak 1191 halaman, dari cover sampai indeks. Untuk dimensi dan spesifikasi dapat dilihat di Gray’s anatomy amazon.com.

Secara keseluruhan, nilai yang saya berikan untuk kecukupan materi 90/10, kemudahan dimengerti 95/100, dan ilustrasi 95/100.

2. Clinically Oriented Anatomy

Moore anatomy

Buku ini juga merupakan teks anatomi dengan bahasan yang komprehensif disertai ilustrasi. Bahkan, saking komprehensifnya sampai mustahil dipelajari seluruhnya. Untuk pembelajar pemula, saya rasa kurang cocok kalau langsung pakai buku ini, too much information. Untuk ilustrasi sudah membantu untuk memahami teks, tetapi visualisasinya tidak sebaik Gray’s anatomy karena warnanya kurang mencolok dan gambar terkesan kurang modern. Untuk tulisan, jenis font kurang nyaman dibaca karena tampak tipis.

Cuplikan moore

Cuplikan halaman dari buku Clinically Oriented Anatomy.

Total halaman buku ini 1168 halaman. Dimensi dan spesifikasi dapat dilihat di Moore clinically oriented anatomy amazon.com. Secara keseluruhan, nilai untuk kecukupan materi 95/100, kemudahan dimengerti 80/100, dan ilustrasi 80/100.

3. Sobotta Atlas Anatomi Manusia

 SOBOTTA - Jilid 1 merah-228x228-700x700

Atlas yang terdiri dari tiga volume ini menurut saya paling bagus kelengkapannya, tapi harganya juga paling mahal. Kalau dihitung-hitung bisa untuk beli 2-3 buku kedokteran asli yang lain. Dengan harga tersebut kita mendapat atlas dengan kualitas kertas dan visual terbaik. Koleksi gambarnya banyak dari berbagai titik potong dan kedalaman yang berbeda (superfisial-profunda). Bahasa yang digunakan atlas ini dalam bahasa latin, sesuai dengan yang digunakan dalam praktikum. Kekurangannya, karena ini adalah atlas tanpa teks penjelasan, jadi kita tidak belajar korelasi antar strukturnya.

Cuplikan atlas sobotta

Cuplikan halaman dari Atlas Anatomi Manusia Sobotta

Satu hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli atlas anatomi adalah kecukupan dana dan masa pakai buku setelah dibeli. Asal tahu saja, atlas anatomi sangat jarang digunakan setelah lulus, kecuali yang memang berniat melanjutkan ke spesialisasi bedah. Saya sendiri lebih memilih membeli buku lain yang akan terus terpakai dibandingkan buku yang jarang dipakai setelah lulus alias menetap permanen di lemari.

Dimensi dan spesifikasi buku dapat dilihat di atlas anatomi Sobotta amazon.com. Secara keseluruhan, nilai kecukupan gambar 100/100, kemudahan gambar dimengerti 90/100, dan ilustrasi 95/100.

4. Atlas of Human Anatomy, Frank H Netter

Atlas Netter

Atlas ini tidak kalah bagus dari Sobotta dan termasuk yang sering dibeli oleh mahasiswa kedokteran. Atlas ini terdiri dari satu volume yang memuat lukisan mahakarya dr. Netter. Gambarnya sangat bagus dengan warna-warna yang jelas membedakan antara satu truktur dengan struktur yang lain. Kelengkapan gambarnya pun mencukupi untuk praktikum. Kekurangannya adalah tidak ada teks karena atlas saja, sehingga tidak bisa belajar korelasi antarstruktur tubuh. Selain itu, bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris, bukan bahasa latin, meski menurut saya kita akan cepat terbiasa mengartikannya ke dalam nama latinnya sehingga bukan masalah besar.

Cuplikan Netter

Cuplikan halaman dari Atlas of Human Anatomy Netter.

Total halaman atlas ini sebanyak 640 halaman. Dimensi dan spesifikasi dapat dilihat di atlas anatomi Netter amazon.com. Secara keseluruhan, saya memberi nilai kecukupan gambar 90/100, kemudahan gambar dimengerti 95/100, dan ilustrasi 90/100.

5. Atlas Anatomi Manusia Rohen-Yokochi-Lutjen-Drecoll

Yokochi

Atlas anatomy Yokochi ini paling pas untuk praktikum karena menggunakan foto kadaver, sama dengan praktikum. Meski demikian, penggunaan foto kadaver bukan tanpa kekurangan. Warna-warna struktur menjadi mirip, sehingga kadang tidak langsung jelas terlihat. Berbeda dengan atlas lain yang menggunakan gambar ilustrasi.

Cuplikan Yokochi

Cuplikan halaman dari Atlas Anatomi Manusia Rohen-Yokochi

Total halaman atlas Rohen-Yokochi sekitar 560 halaman. Dimensi dan spesifikasi dapat dilihat di Atlas anatomi Yokochi amazon.com. Secara keseluruhan, saya memberi nilai kecukupan foto 80/100, kemudahan foto dimengerti 85/100. Tidak saya berikan nilai ilustrasi, karena merupakan foto, bukan gambar.

Rekomendasi

Atlas anatomi terbaik memang atlas anatomi Sobotta, tapi sebaiknya juga dipertimbangkan harganya yang setara 2-3 buku kedokteran lain dan juga masa pakainya. Apalagi setelah lulus, atlas anatomi (apapun) jarang sekali dibuka. Saya merekomendasikan untuk memakai Gray’s anatomy for students dengan/tanpa atlas anatomi Netter, harga keduanya masih lebih murah daripada Sobotta. Gray’s anatomy bisa digunakan untuk belajar sendiri, untuk bahan diskusi, dan bahkan cukup untuk persiapan praktikum. Kalau masih kurang pede, tambahkan atlas Netter untuk praktikumnya. Semoga bermanfaat ulasannya ya.

Artikel terkait:

https://psikoplasma.wordpress.com/2016/07/09/resensi-dan-rekomendasi-buku-kedokteran-2-biokimia/

https://psikoplasma.wordpress.com/2016/07/08/resensi-rekomendasi-buku-praklinik-1-fisiologi/

https://psikoplasma.wordpress.com/2016/07/18/resensi-dan-rekomendasi-buku-kedokteran-4-histologi/

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: