Prinsip Dan Interpretasi Pemeriksaan Laju Endap Darah

Hmm… dari pemeriksaan klinis tampaknya terdapat infeksi. Oke, kalau begitu kita cek LED untuk lebih yakin.

Kurang lebih seperti itu salah satu latar belakang pemeriksaan LED dalam praktik klinis. Apakah LED digunakan hanya sebagai indikator infeksi atau masih ada yang perlu kita ketahui lebih dalam untuk interpretasinya? Mari kita simak prinsip pemeriksaan LED untuk menjawabnya.

Laju endap darah adalah parameter adanya inflamasi dalam tubuh, tetapi tidak bersifat spesifik menunjukkan penyakit tertentu.1 LED diperiksa dengan cara menempatkan darah di pipet Westergren pada posisi vertikal. Setelah satu jam, diukur laju pengendapan eritrosit dalam tabung.

Westergren_pipet_array

Gambar 1. Pipet Westergren pada pemeriksaan LED. Diunduh dari: http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Westergren_pipet_array.JPG

Bagaimana proses pengendapan eritrosit terjadi? Ada 3 tahapan yang dilalui, yaitu:

  1. Fase agregasi: terjadi pembentukan rouleaux (susunan seperti koin bertumpuk),
  2. Fase sedimentasi: agregat eritrosit mengendap dengan kecepatan konstan
  3. Fase pemadatan: kecepatan sedimentasi melambat karena agregat eritrosit memadat di dasar tabung.2,3

rouleaux_form

Gambar 2. Gambaran rouleaux formation di pipet Westergren. Diunduh dari: http://www.medicine.mcgill.ca/physio/vlab/bloodlab/esr.htm

Untuk menginterpretasi hasil LED, kita perlu mengetahui faktor-faktor yang menentukan cepat lambatnya pengendapan eritrosit, yaitu komposisi protein, ukuran dan bentuk eritrosit, serta konsentrasi eritrosit.1,2

1. Komposisi protein plasma

  • Protein plasma yang mempercepat LED adalah protein fase akut, terutama fibrinogen.1 Protein fase akut lain yang juga berpengaruh adalah haptoglobin, ceruloplasmin, ɑ1-acid-glycoprotein, ɑ1-antitrypsin, dan CRP.2,3 Protein tersebut mempengaruhi LED dengan menurunkan muatan negatif eritrosit (potensial zeta). Potensial zeta berperan untuk menjaga eritrosit saling menjauh. Jika potensial zeta menurun, maka eritrosit akan membentuk formasi rouleaux (tersusun seperti koin bertumpuk) yang dapat mengendap lebih cepat.1
  • Komponen plasma lain yang mempercepat LED adalah imunoglobulin dan kolesterol.1
  • Komponen plasma yang memperlambat LED adalah albumin dan lesitin.1

2. Ukuran dan bentuk eritrosit

  • Ukuran eritrosit yang besar (makrosit) mempercepat pengendapan, sedangkan ukuran yang kecil (mikrosit) memperlambat pengendapan.2,3
  • Bentuk eritrosit yang ireguler (poikilositosis, sferositosis, sel sabit) akan menghambat pembentukan rouleaux sehingga memperlambat LED. 1,2,3

3. Konsentrasi eritrosit

  • Rasio eritrosit/plasma yang rendah, seperti pada keadaan anemia akan mempercepat LED.3
  • Rasio eritrosit/plasma yang tinggi, seperti pada polisitemia akan memperlambat LED.3

4. Faktor lain yang menyebabkan peningkatan LED:

  • Usia,
  • Pil kontrasepsi,
  • Menstruasi,
  • Hamil: meningkat mulai minggu ke-10 dan kembali semula 1 bulan postpartum,
  • Kortikosteroid.1,3

Hubungan Inflamasi dengan LED

Inflamasi adalah reaksi di jaringan tubuh yang terutama diperankan oleh pembuluh darah dan leukosit sebagai respons terhadap: infeksi, kerusakan jaringan (trauma, iskemia, radiasi, luka bakar, frost bite, paparan zat kimia toksik), penyakit autoimun.4 Pada inflamasi, makrofag mengeluarkan interleukin-1 dan interleukin 6 yang akan menstimulasi hati untuk meningkatkan produksi protein fase akut.5 Peningkatan protein fase akut inilah yang kemudian akan mempercepat LED & menjadi dasar penggunaan LED sebagai salah satu petanda inflamasi.

Nilai rujukan LED adalah sebagai berikut:

Laki-laki:

  • usia <50 tahun: <15 mm/jam
  • usia >50 tahun: <20 mm/jam
  • usia >85 tahun: <30 mm/jam

Perempuan:

  • usia <20 tahun: <20 mm/jam
  • usia >50 tahun: <30 mm/jam
  • usia >85 tahun: <42 mm/jam.1

Aplikasi LED:

  1. LED digunakan untuk mendapat gambaran adanya inflamasi dan/atau kerusakan jaringan, tetapi tidak spesifik penyakit tertentu. Berbagai penyakit dapat meningkatkan LED, antara lain:2
    1. Infeksi akut dan kronik
    2. Sindrom koroner akut
    3. Mieloma multipel
    4. Osteomielitis
    5. Pelvic inflammatory disease
    6. Polymyalgia rheumatica
    7. Tb paru
    8. Demam reumatik
    9. Reumatoid arthritis
    10. Sistemik lupus eritematosus
    11. Endokarditis bakterialis subakut
    12. Makroglobulinemia Waldenstrom
  2. LED serial dapat digunakan untuk pemantauan aktivitas penyakit, seperti reumatoid arthritis, infeksi kronik, osteomielitis, penyakit kolagen, dan keganasan.1
  3. Pada pasien keganasan yang sudah metastasis, LED dapat meningkat hingga >100 mm/jam.1
  4. Hasil LED dapat tidak meningkat pada keganasan, penyakit jaringan ikat, dan infeksi sehingga hasil dalam batas rujukan tidak menyingkirkan kemungkinan penyakit.1

Apakah LED yang Meningkat Perlu Diobati?

LED adalah petanda inflamasi akibat adanya penyakit dalam tubuh. Oleh karena itu, yang perlu ditangani adalah penyakit yang mendasari terjadinya inflamasi. Sasaran pengobatan ditujukan pada penyebab penyakitnya, dengan begitu inflamasi akan berkurang dan LED pun ikut menurun.

Penutup

Dari pemaparan di atas, jelas bahwa LED meningkat tidak hanya pada keadaan infeksi, tetapi lebih tepatnya pada keadaan inflamasi karena peningkatan protein fase akut. Namun, keadaan noninflamasi juga dapat meningkatkan LED misalnya pada anemia. Oleh karena itu, interpretasi LED sebagai penanda inflamasi juga perlu memperhatikan faktor eritrosit. Dan yang perlu diingat, LED dalam batas rujukan tidak menyingkirkan kemungkinan penyakit. Demikian ulasan mengenai LED, semoga bermanfaat 🙂

Referensi:

  1. McPherson RA, Pincus MR. Hematology, coagulation, and transfusion medicine. Henry’s clinical diagnosis and management by laboratory method. 22nd ed. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2011. p.519-21.
  2. MacKenzie SB, Williams JL. Hematology procedures. Clinical laboratory hematology. 2nd ed. New Jersey: Pearson; 2010. P.777-8.
  3. Bain BJ, Bates I, Laffan MA, Lewis SM. Supplementary techniques including blood parasite diagnosis. Dacie & Lewis practical hematology. London: Churchill Livingstone; 2011. P.102-5.
  4. Kumar V., et al. Acute inflammation. Robbins and Cotran pathologic basis of disease. 8th ed. Philadelphia: Saunders; 2010.
  5. Delves PJ., et al. Innate immunity. Roitt’s essential immunology. Massachustes: Blackwell Publishing; 2006. p.1-18.Delves PJ., et al. Innate immunity. Roitt’s essential immunology. Massachustes: Blackwell Publishing; 2006. p.1-18.
Iklan

4 komentar

  1. Saya mau tau batuk saja sdh 2bulan tidak kujung sembuh sdh saya cek darah dahak tb negatif ternyata led saya 77 apa bisa di pengaruh batuk dr led

    1. Batuk dan peningkatan LED merupakan gejala & tanda dari adanya suatu penyakit. Jadi bukan batuk sebagai penyebab peningkatan LED. Oleh karena itu, yang perlu dicari & diobati adalah penyakit yang mendasarinya dengan diperiksa langsung oleh dokter & ditelusur berbagai kemungkinan penyakitnya.

  2. terimakasih.. sangat membantu 🙂

    1. Sama-sama, senang bisa membantu 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: