Hb Rendah Tapi Tidak Anemia? Mungkin Saja!

Pasien, perempuan 28 tahun, syok dengan perdarahan karena tertabrak mobil saat pulang dari poli. Hb di poli 10,1 g/dL, saat ini diperiksa di IGD Hb 9,8 g/dL. Ga cocok nih dengan perdarahannya, labnya salah kali ya?

Pernah mendapat kasus serupa? Pasien sedang perdarahan akut, tapi kadar Hb tidak sesuai dengan jumlah perdarahan yang diprediksi. Kenapa ya? Sebelum lanjut, kita pahami dulu apa itu anemia dan mengapa kadar Hb yang dijadikan patokan penilaiannya.

Pada prinsipnya, anemia adalah suatu keadaan kurangnya massa eritrosit untuk mentranspor oksigen ke jaringan perifer secara adekuat. Namun, pengukuran massa eritrosit di laboratorium ternyata sulit dilakukan sehingga digunakan cara yang lebih praktis, yaitu mengukur kadar hemoglobin (Hb). Berdasarkan kadar Hb ini, anemia dianggap terjadi jika konsentrasi Hb seseorang berada di nilai yang lebih rendah dari 95% interval rujukan untuk individu dengan usia, jenis kelamin, dan lokasi geografik tertentu. Maksud dari 95% interval rujukan artinya 95% populasi “sehat” memiliki rentang Hb sekian sampai sekian, di bawah rentang itu dianggap lebih rendah dari populasi.

Sekarang kita lanjut menelaah penilaian kadar Hb. Coba perhatikan satuan kadar Hb, yaitu satuan massa (gram) per volume darah (dL). Dari satuan tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa kadar Hb tidak hanya dipengaruhi massa Hb, tapi juga oleh volume darah! Keterkaitan antara faktor massa Hb dan volume darah menimbulkan beberapa keterbatasan dalam melakukan penilaian anemia. Keterbatasan tersebut dapat dirangkum menjadi 3, yaitu:

  1. Hb terukur menurun, pada keadaan volume plasma relatif meningkat dibandingkan eritrosit. Pada kondisi-kondisi di bawah ini kadar Hb rendah belum tentu anemia. Mengapa demikian? Karena dari satuan kadar Hb yang g/dL, Hb terukur menurun akibat volume plasma yang meningkat. Massa Hb yang fungsional membawa oksigen sebenarnya mungkin tetap. Contohnya: kehamilan, gagal jantung kongestif, splenomegali, penyakit ginjal kronik, atau posisi berbaring saat pengambilan darah.
  2. Hb terukur meningkat, pada keadaan volume plasma relatif menurun dibandingkan eritrosit. Keadaan di bawah ini menyebabkan Hb tampak seolah-olah lebih tinggi sehingga menyamarkan anemia. Contohnya: dehidrasi, ketoasidosis diabetik, diabetes insipidus, dan luka bakar.
  3. Hb terukur “relatif tidak berubah”, pada penurunan volume dan massa eritrosit yang terjadi bersamaan. Pada kondisi ini Hb tidak mengalami perubahan seperti yang diperkirakan. Contohnya: perdarahan akut dan penyakit kronik. Pada perdarahan akut yang tidak mendapat infus cairan, penurunan kadar Hb baru akan tampak setelah lebih dari 6 jam atau bahkan hingga 72 jam.

Agar lebih ada gambaran, Saya buat contoh kasus perdarahan akut seperti di lead tulisan. Contoh ini hanya kasus rekaan agar mudah membayangkannya. Hb awal pasien 10 g/dL, dengan volume darah 5 L atau 50 dL (1 L = 10 dL). Lalu terjadi perdarahan dengan volume darah yang keluar sebanyak 10 dL. Jika pasien diperiksa darah sebelum mendapat resusitasi cairan, kadar Hb yang terukur relatif tidak berubah karena massa Hb keluar bersamaan dengan volume darah. Padahal jika dibandingkan dengan kondisi awalnya, pastilah sudah terjadi penurunan Hb. Perbandingannya sebagai berikut:

  • Kadar Hb awal 10 g/dL dengan volume darah 50 dL. Massa Hb total: 10 g/dL x 50 dL=500 g.
  • Perdarahan 10 dL, maka massa Hb yang keluar: 10 g/dL x 10 dL = 100 g. Hb tersisa: 400 g.
  • JIKA memakai volume darah di kondisi awal, maka kadar Hb: 400 g/50 dL = 8 g/dL
  • Setelah pasien diresusitasi cairan sebanyak 10 dL mungkin akan muncul Hb 8 g/dL yang sesuai dengan kondisinya saat ini.

Selain faktor massa Hb dan volume darah, kondisi fisiologis tubuh juga berpengaruh terhadap kadar Hb. Beberapa kondisi fisiologis menyebabkan adanya individu yang Hb “normalnya” di bawah atau di atas nilai rujukan. Contoh kasusnya, sebagai berikut:

1. Hipoksemia kronik. Individu yang tinggal di daerah tinggi (tekanan oksigen lebih rendah) atau dengan right-to-left cadiac shunt memiliki kadar Hb yang relatif lebih tinggi untuk mencukupi kebutuhan oksigennya. Oleh karena itu, batas bawah nilai rujukan pada individu tersebut akan lebih tinggi sehingga batas bawah kadar Hb untuk diagnosis anemia pun akan lebih tinggi juga.

2. Penurunan kebutuhan oksigen, misalnya pada hipotiroidisme. Individu dengan metabolisme yang lebih rendah seperti pada hipotiroidisme akan memiliki kebutuhan oksigen yang lebih rendah. Orang-orang ini akan memiliki nilai rujukan Hb yang lebih rendah, sehingga batas bawah kadar Hb untuk diagnosis anemia akan lebih rendah juga.

Dari uraian di atas, kita simpulkan bahwa untuk menginterpretasi kadar Hb dalam mendiagnosis anemia perlu menilai kondisi klinisnya juga. Kadar Hb dalam batas rujukan belum tentu tidak anemia dan kadar Hb rendah juga belum tentu anemia, tergantung kondisi klinis pasien. Sekian sharenya, semoga menambah wawasan kita bersama 🙂

Referensi:

  1. Means Jr RT, Glader B. Anemia: general considerations. In: Greer JP et al, editors. Wintrobe’s clinical hematology. 12th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2009.
  2. Elgethany MT, Banki K. Erythocityc disorders. In: McPherson RA, Pincus MR, editors. Henry’s clinical diagnosis and management by laboratory methods. 22th ed. Philadelphia: Saunders Elsevier;  2011.
  3. McKenzie SB, Otto CN. Introduction to anemia. In: McKenzie SB, Williams JL, editors. Clinical laboratory hematology. 2nd ed. New York: Pearson; 2010.
Iklan

3 komentar

  1. terimakasih…sangat menarik
    kalau boleh tau dari mana anda mendapatkan rumus penurunan kadar Hb terhadap perdarahan??

    1. Saya reply di comment bawah. #Newbie #SalahReply #Maafkan

  2. Perhitungan tersebut tidak ada rumus bakunya. Saya membuat perkiraan tersebut berdasarkan asumsi (1) volume darah orang dewasa dan (2) perdarahan yang terjadi mengeluarkan eritrosit dan plasma dengan secara bersamaan dan proporsional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: