Stop Prokrastinasi, Sekarang! (Bagian 3 dari 3 Tulisan)

Procrastination is much more common than you ever think…

Umumnya, prokrastinasi erat dengan menunda pekerjaan, tapi ada aspek lain yang sering terlupakan. Coba soroti kehidupan kita sehari-hari. Misalnya nih, pernahkah Anda heran mengapa rapat sering telat? Salah satu sebabnya karena pesertanya menunda untuk segera berangkat. Mengapa Anda tidak kunjung merasa fit? Karena Anda menunda untuk mulai berolahraga. Terkejut? Ternyata prokrastinasi telah mengakar dalam kehidupan kita lebih daripada yang diduga.

Untuk mengatasinya, Anda dapat memanfaatkan hasil penelitian Prof Ariely. Berdasarkan penelitian tersebut terlihat bahwa deadline dapat membantu mengatasi prokrastinasi. Selain itu, poin penting lain yang mutlak ada adalah hukuman! Apalah artinya dead dalam deadline jika tidak ada yang menakutkan di belakangnya.

Bagaimana penerapannya? Ada dua teknik yang saya adaptasi dari cara yang disampaikan Prof Ariely dalam bukunya “Predictably Irrational”. Pertama, teknik untuk mencegah rapat yang ngaret. Kemudian, teknik kedua untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi.

Saya mulai dari teknik untuk mencegah rapat ngaret:

  1. Pastikan setiap peserta rapat berkomitmen untuk hadir tepat waktu sesuai dengan kesepatakan. Waktu mulai rapat adalah komponen deadline.
  2. Selanjutnya kumpulkan “uang jaminan: dari setiap peserta rapat. Uang jaminan ini adalah uang yang dikembalikan kepada mereka JIKA mereka hadir tepat waktu. Apa yang terjadi jika ada yang telat? Uang menjadi hak pengelola rapat dan dapat digunakan untuk kepenting kelompok. Uang jaminan ini adalah komponen hukuman.
  3. Besarnya nominal uang jaminan ditentukan bersama, tidak terlalu kecil dan tidak terlampau besar, tapi cukup menimbulkan greget. Adanya harapan uang kembali diharapkan dapat memotivasi peserta rapat untuk datang tepat waktu.

Lalu, teknik yang kedua untuk hal yang pribadi dapat digunakan untuk menjadwalkan tugas, belajar, atau olahraga:

  1. Buat deadline yang rasional dan jelas. Rasional artinya tidak tumpang tindih dan mampu laksana. Jelas artinya dapat dibayangkan dengan pasti. Contohnya, Anda akan berolahraga hari selasa, kamis, dan minggu, jam 7 malam.
  2. Buat hukuman jika Anda tidak melakukannya. Hukuman ini harus benar-benar “terasa” sebagai hukuman agar mampu memotivasi. Misalnya, Anda menaruh “uang muka” dalam celengan bergembok yang rencananya dipakai di sabtu depan untuk jalan-jalan, membeli buku, atau sepatu.
  3. Jika deadline tidak terlewati, Anda berhak mengambil kembali uang tersebut. Jika tidak? Ups, uang tidak boleh Anda ambil sehingga rencana Anda bersenang-senang menjadi terhambat!
  4. Selain berupa uang, hukuman juga dapat berbentuk aktivitas. Misalnya Anda tidak boleh membaca buku favorit Anda atau bermain games sebelum jadwal terlaksana.

Dari ketiga bagian tulisan ini disimpulkan bahwa deadline dan hukuman yang menyertainya adalah solusi untuk mengatasi prokrastinasi. Selain itu, kita juga melihat bahwa individu yang sadar akan kecenderungannya menunda pekerjaan memiliki kontrol yang lebih baik untuk memperbaiki dirinya. Nah, jika Anda sudah sadar akan adanya kecenderungan prokrastinasi ayo coba terapkan saran dari Prof Ariely!

Referensi:

1. Ariely D. The problem of procrastination and self-control. Predictably irrational: the hidden forces that shape our decision. New York: Harper Collins Publisher; 2008.

 

Artikel terkait:

https://psikoplasma.wordpress.com/2012/08/19/stop-prokrastinasi-sekarang-bagian-1-dari-3-tulisan/

https://psikoplasma.wordpress.com/2012/08/21/stop-prokrastinasi-sekarang-bagian-2-dari-3-tulisan/

Iklan

3 komentar

  1. Misi om…ada rekomendasi buku buku yang membahas tentang prokrastinasi ga?

    1. Kalau buku yang membahas khusus prokrastinasi saya tidak tahu. Tapi, kalau buku yang saya pernah baca & salah satu bahasan dalam babnya tentang prokrastinasi, ada 2: Predictably Irrational dari Dan Ariely, & satu lagi 59 seconds dari Richard Wiseman.

      1. terima kasih atas atas sarannya om…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: