Stop Prokrastinasi, Sekarang! (Bagian 1 dari 3 Tulisan)

Apakah Anda termasuk prokrastinator? Tenang Anda tidak sendirian. Tapi kalau Anda tidak merasa, mungkin Anda belum sadar saja.

Prokrastinasi (Procrastination) berasal dari bahasa latin, pro artinya for dan cras artinya tomorrow. Secara simpel, pekerjaan dikerjakan untuk besok saja. Hidup sebagai prokrastinator rasanya seperti diuber-uber, belajar ujian terburu-buru, menuntaskan pekerjaan pontang-panting dikejar deadline. Teori yang kita pelajari memang first things, first tapi pada praktiknya fun things, first dan terbengkalailah pekerjaan.

Prokrastinasi ibaratnya suatu bug di sistem kerja manusia. Seandainya manusia diupdate menjadi Homo sapiens 2.0 pastilah prokrastinasi termasuk prioritas perbaikan. Nah, pertanyaannya, yang sudah ditanyakan sejak zaman rikiplik, bagaimana cara agar lepas dari kebiasaan buruk ini?

Dan Ariely, profesor di bidang Behavioral Economics, dalam buku “Predictably Irrational” memaparkan penelitiannya untuk menguak akar permasalahan dari perilaku ini. Prof Ariely yang brilian ini menguji coba 3 kelas mahasiswanya dengan memberi perlakuan yang berbeda. Prof dari Duke University ini memberikan 3 tugas makalah di awal semester untuk para mahasiswa yang tentunya masih penuh semangat juang. Hal yang berbeda adalah dalam hal pemberian deadline penyerahan tugas tersebut:

  1. Kelas ke-1

Prof Ariely memberikan pilihan bagi mahasiswanya untuk membuat deadline sendiri;

  • Saya berjanji akan menyerahkan makalah I pada minggu ke-____. (Diisi sendiri oleh mahasiswa)
  • Saya berjanji akan menyerahkan makalah II pada minggu ke-____. (Diisi sendiri oleh mahasiswa)
  • Saya berjanji akan menyerahkan makalah III pada minggu ke-____. (Diisi sendiri oleh mahasiswa)

Jika mahasiswa melewatkan deadline yang dibuat, maka nilainya akan dipotong 1% untuk setiap hari yang terlewat. Jika makalah diserahkan sebelum waktunya, tidak ada tambahan nilai.

2.  Kelas ke-2

Kelas ke-2 mendapat kebebasan penuh, tidak ada deadline. Mahasiswa hanya perlu menyerahkan makalah sebelum semester ini berakhir. Tidak ada nilai tambahan jika makalah cepat diserahkan.

3.  Kelas ke-3

Di kelas ini, Prof Ariely menggunakan pendekatan diktator. Deadline ketiga makalah ditetapkan pada minggu ke-4, ke-8, dan ke-12. Mahasiswa tidak mendapat kebebasan memilih.

Di akhir semester, kelas mana yang mendapat nilai makalah terbaik dan mana yang mendapat nilai terendah? Kelas pertama yang bebas menetapkan deadline, kelas kedua dengan kebebasan penuh, atau kelas ketiga yang tidak diberi kebebasan? Silakan menebak jawabannya di kolom komentar. Jawaban penelitian tersebut saya paparkan di tulisan bagian ke-2.

 

Artkel terkait:

https://psikoplasma.wordpress.com/2012/08/21/stop-prokrastinasi-sekarang-bagian-2-dari-3-tulisan/

https://psikoplasma.wordpress.com/2012/08/22/stop-prokrastinasi-sekarang-bagian-3-dari-3-tulisan/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: